BlackBerry Kini Punya Fitur Ekslusif iPhone Maret 28, 2009
Posted by gunturac in Teknologi.add a comment
www.detikinet.com
Santi Dwi Jayanti – detikinet
Search Voice di BlackBerry (google)
Jakarta – Fitur yang dulunya dimiliki secara ekslusif oleh Apple untuk produk iPhone, kini sudah bisa dinikmati oleh para pengguna Blackberry.
Fitur ini bernama Voice Search, sebuah layanan yang bisa mengenali suara Anda dan memberikan apa yang Anda butuhkan.
Dengan Voice Search, pengguna tak perlu repot mengetikkan kata kunci di keypad handset-nya, bila ingin mencari informasi via mobile browser. Cukup dengan suara saja.
Berita gembira bagi para pengguna Blackberry ini datang dari Google. Pasalnya, Google yang kini juga menghadirkan layanan Voice Search, membesut fitur tersebut bukan hanya untuk iPhone dan iPod touch, namun juga untuk BlackBerry.
Secara teknis, layanan Voice Search yang dikonversikan ke dalam bentuk digital ini kemudian dikirimkan ke server Google. Teknologi pengenalan suara di dalamnya, kemudian mengubahnya ke pencarian klasik layaknya pertanyaan biasa.
Kini para pemakai Blackberry bisa ikut menikmati kemudahan layanan yang sebelumnya dimiliki eksklusif oleh Appple dengan mengunjungi situs mobile milik google lewat browser mereka.
detikINET kutip dari TGDaily, Sabtu (28/3/2009), pengguna BlackBerry bisa menikmati fitur pencarian lewat suara ini asalkan handset besutan Research in Motion ini sudah menggunakan sistim operasi versi 4.1 ke atas.
Penurunan Tarif Internet Pakai Metode Bawah-Atas Maret 28, 2009
Posted by gunturac in Teknologi.add a comment
www.detikinet.com
Steven Lenakoly – detikinet
Menkominfo Nuh (rou/inet)
Surabaya – Pemerintah belum bisa menentukan besaran penurunan tarif yang sesuai menjelang terbitnya kebijakan tarif internet yang baru pada April 2009 mendatang. Untuk mencari formulasi yang tepat, Menkominfo Mohammad Nuh pun mencoba metode pendekatan dari bawah ke atas.
“Artinya, kita melihat kondisi penyedia jasa internet terlebih dahulu dan mempelajari aspek mana saja yang bisa diturunkan. Kita tidak bisa menetapkan prosentasenya secara sepihak,” jelasnya di sela penandatanganan kerjasama FIC Indonesia-TPI Hongkong dengan NEC Japan Deployment of Submarine Cable Asia Network, Surabaya-Hong Kong, di Surabaya, Sabtu (28/3/2009).
Sebelum kebijakan baru tentang tarif internet diterbitkan, meski Nuh mengklaim sebelumnya telah melakukan pembicaraan informal, pemerintah dalam waktu dekat ini akan mengajak para penyedia jasa internet untuk duduk bersama membahas kembali penurunan tarif tersebut.
Pembicaraan ini, menurutnya, agar tidak ada pihak yang dikecewakan saat tarif internet turun. Selain itu pemerintah juga tidak ingin kebijakannya menimbulkan masalah di kemudian hari “Kami tidak bisa menentukan besarnya prosentase penurunan tarif, karena pemerintah tidak punya saham di seluruh penyedia jasa internet,” tandas mantan rektor ITS ini.
Nggak Lucu, The Simpsons Sebar Virus Komputer Juli 13, 2008
Posted by gunturac in Teknologi.1 comment so far

Homer Simpsons (ist)
Jakarta – Tokoh jenaka dalam film kartun keluarga The Simpsons ini tidak sedang melucu. Homer, sang kepala keluarga, berubah menjadi jahat dengan mengirimkan virus malware ke komputer Anda!
Hal itu terungkap saat chunkylover53@aol.com, sebagai akun email Homer Simpsons yang digunakan untuk menjawab ribuan surat elektronik dari penggemarnya, disalahgunakan untuk mendistribusikan trojan yang disamarkan sebagai file serial The Simpsons.
Dikutip detikINET dari ITnews, Minggu (13/7/2008), peneliti malware di FaceTime, Chris Boyd menjelaskan, screen name chunkylover53 mengirimkan pesan autoreply ke pengguna, yang menjanjikan sebuah episode eksklusif untuk diunduh. Tautan dalam pesan tersebut akan mengarahkan ke sebuah file executable.
Pengguna akan dihadapkan dengan pesan error palsu yang akan diikuti dengan
beberapa pesan error asli dan akhirnya menuju sebuah layar kosong. Saat restart, sistem akan berjalan dengan saat lambat dan kemungkinan akan menyebabkan crash.
Boyd menemukan bahwa muatan berbahaya yang dikirimkan oleh trojan meliputi sebuah rootkit dan software remote kontrol yang me-log user ke sebuah botnet, yakni ke Kimya, botnet Turki.
Belum diketahui secara pasti apakah operator malware tersebut telah mengambil alih account AOL chunkylover atau secara sederhana mendaftarkan screen name sebagai sebuah akun instan messenger.
Walaupun saat ini malware tersebut hanya disebarkan oleh user name
chunkylover53, Boyd memperingatkan bahwa botnet itu sendiri dapat dengan mudah digunakan untuk melancarkan serangan malware yang jauh lebih dahsyat di kemudian hari.
Printer PoGo, Muat di Saku dan Tanpa Tinta Juni 21, 2008
Posted by gunturac in Teknologi.add a comment
www.detikinet.com

PoGo Polaroid (ist).
Jakarta – Polaroid mengembangkan sebuah printer mungil yng dapat dimasukkan ke dalam saku. Printer yang diberi nama PoGo ini dapat mencetak gambar ukuran dompet dan dapat dijadikan sticker.
Dikutip detikINET dari Crave, Sabtu (21/6/2008), PoGo akan menerima gambar via Bluetooth dari sebuah kamera ponsel atau via kabel USB dari kamera digital.
Printer ini menggunakan teknologi tanpa tinta Zink. Tanpa kepala tinta, printer memiliki ukuran yang lebih kecil, dan kita tidak perlu membeli tinta. Namun, kita tetap harus mengeluarkan uang ekstra untuk kertas Zink, yakni sekitar 35 sen atau sekitar Rp 3200 setiap mencetak.
Jon Pollock, vice president and general manager Polaroid menyatakan produk ini ditujukan bagi para remaja yang ingin mencetak dari ponsel kamera dan mendapatkan hasil kilat dari jepretannya. Sisi foto dapat dikelupas menjadi sticker.
Printer seberat 8 ons ini akan tersedia di Best Buy pada tanggal 6 Juli dengan harga USD 149.
Robot Wanita Siap Kencani Para Jomblo Juni 18, 2008
Posted by gunturac in Teknologi.add a comment
www.detikinet.com

Robot EMA mencium pria (reuters)
Tokyo – Bagi para pria yang masih lajang alias jomblo, sebuah robot wanita dapat menjadi teman kencan setia. Layaknya wanita sesungguhnya, robot ini memiliki payudara, ramping, ramah, bisa menyanyi, menari, serta mampu mencium!
Seperti telah diprediksikan, bahwa di tahun 2050, robot akan menjadi teman bercinta manusia , robot yang satu ini bisa disebut sebagai cikal bakal terwujudnya mimpi tersebut.
Robot wanita yang diberi nama EMA (Eternal Maiden Actualization) ini dikembangkan Sega Toys, perusahaan Jepang. Layaknya wanita sesungguhnya, robot setinggi 38 cm ini memiliki payudara besar, ramping, ramah, beroperasi dengan baterai dan sensor infra merah. EMA diklaim dapat mendistribusikan kartu bisnis, bernyanyi dan menari. Yang membuat EMA makin istimewa, yakni dapat memberi ciuman sesuai permintaan.
“Selama ini robot identik dengan mesin yang kuat, keras, dan siap tempur. Kami ingin mengubah stereotip itu dengan menghadirkan sebuah robot yang manis dan interaktif,” ujar Minako Sakanoue, juru bicara Sega Toys, seperti dilansir MSNBC, dan dikutip detikINET, Rabu (18/6/2008).
Sakanoue menambahkan,”Robot ini dapat menimbulkan rasa kasih sayang. Walaupun bukan manusia, robot ini dapat bertingkah seperti wanita sesungguhnya.”
Rencananya, EMA akan menyapa pria-pria dewasa yang masih lajang pada bulan September, dengan harga USD 175 atau sekitar Rp 1,6 juta. Sega berharap mampu menjual 10 ribu unit robot ini di tahun pertama.
Kontroversi Laptop 100 Dolar AS ala Negroponte Juni 16, 2008
Posted by gunturac in Teknologi.add a comment
www.antara.co.id
Jakarta (ANTARA News) – Gebrakan Asus dan Intel dengan laptop murahnya “Eee PC” dan Zyrex dengan “Anoa” mengagumkan banyak orang. Namun, sesuatu yang lebih dahsyat tengah berlangsung saat pendiri lembaga nirlaba “One Laptop Per Child” (OLPC) Prof Nicholas Negroponte mengembangkan produk sejenis yang jauh lebih murah.
OLPC mengembangkan laptop super murah, yang harganya hanya 100 dolar per unit, atau kurang dari Rp1juta.
Laptop yang diproduksi untuk program bantuan bagi anak-anak sekolah di negara berkembang itu mengundang reaksi dari berbagai kalangan, baik pakar maupun industri teknologi informasi, hingga politikus yang diperkirakan akan mengambil manfaat dari program itu untuk mendongkrak popularitasnya di mata rakyat.
Sebagian kelompok merasa terusik karena harga yang lebih murah untuk jenis barang sama tentu akan mengganggu keberadaan barang sejenis lainnya yang dijual dengan harga lebih mahal.
Kalau mengatakan “program bantuan ini akan merusak pasar laptop” dianggap tabu, beberapa kalangan memprediksi bahwa karya Negroponte dan XO (perusahaan perakitnya) ini akan melemahkan penjualan laptop yang telah ada di pasaran.
Seorang peneliti senior di perusahaan riset dan konsultan teknologi informasi Gartner, Brian Gammage, dengan terus terang menyebut kemunculan OLPC akan diamati dengan cermat oleh para produsen personal komputer dunia, sebab hal itu akan menjadi bagian dari porsi pasar yang mereka sedang sasar.
Jika tidak ada implikasi yang ditimbulkan pada kategori spesifikasi peralatan dan biaya pembuatannya, kemudian tidak ada gangguan yang ditemukan dalam jumlah produksinya, maka akan banyak konsumen yang membeli laptop ini.
“Itu merepresentasikan kanibalisasi dalam sebuah industri yang selalu dalam tekanan,” kata Brian kepada sebuah media Inggris.
Sebuah situasi tidak menguntungkan terbangun ketika para pembuat PC terjebak dalam industri yang tidak sehat karena mereka akan terus bersaing dalam margin yang rendah.
Sebelumnya pun, persaingan ketat sudah berlangsung ketika banyak perusahaan menghadapi penjualan yang rendah dan sama-sama memilih produk jinjing dan praktis sebagai satu jalan keluar. Para produsen PC pun berlomba-lomba membuat “PC portable” alias laptop yang pasarnya tumbuh dengan sangat cepat.
Upaya produsen PC itu ternyata tidaklah cukup, karena entah sudah diprediksikan atau belum, para pembuat peralatan “portable” jenis lain seperti “smart-phone” juga mengikuti langkah mereka.
Terlebih industri yang kedua ini jauh lebih mahir dalam membuat dan merakit komponen kecil dalam peralatan yang berukuran kecil itu.
“Perang” pernyataan untuk mempertahankan citra produk yang merasa terancam pun dibangun.
Dengan alasan yang sangat realistis, general manajer di Intel, Willy Agatstein, mengatakan bahwa sangat tidak sepadan jika laptop buatan XO dan gadget sejenis keluaran Asus bersama Intel itu dibandingkan dengan laptop berbasis PC yang sudah dikembangkan HP, Dell, Sony, maupun Acer selama ini.
Laptop 100 dolar dari XO dan Eee PC punya Asus, serta Anoa dari Zyrex adalah dua alat yang dirancang untuk suatu kegunaan yang unik, yakni membantu dunia pendidikan bagi anak-anak di negara berkembang. Dengan alasan itu, maka alat itu menonjolkan pertimbangan jangkauan harga dengan spesifikasi dan fungsi yang disesuaikan alias lebih terbatas.
“Tidak ada satu ukuran yang pas buat semua,” kata Willy.
Menanggapi berbagai komentar mengenai langkahnya itu, Negroponte mengatakan, akan mengabaikan kritik-kritik mengenai proyeknya itu.
Laptop untuk program “One Laptop Per Child” memiliki spesifikasi yang sangat berbeda dengan laptop pada umumnya, sebagaimana dikupas oleh penggagasnya Nicholas Negroponte di internet baru-baru ini.
Untuk memastikan bahwa laptop itu sempurna sebagai peralatan yang mudah dipelihara, maka beberapa perlengkapan yang mudah dipasang dan dilepas sengaja tidak disertakan.
Laptop buatan XO tersebut tidak dilengkapi dengan CD maupun DVD drive. Prosesornya yang berkemampuan rendah juga tidak dilengkapi dengan kipas pendingin.
Sementara kapasitas “hard drive”-nya adalah 1 GB, seperti umumnya digunakan kamera digital.
Pengembangan perlengkapan memory dapat dilakukan dengan memanfaatkan slot “memory card” yang ada di bawah layar atau dengan memasang perangkat melalui port USB (universal serial bus) yang ada di sisi kotak layar.
Mengatasi kapasitas “hard drive” yang hanya 1 GB ini, pengguna yang sasarannya adalah anak-anak sekolah menyimpan file ke dalam komputer server besar yang dipasang di ruang sekolah atau dengan memanfaatkan fasilitas online yang dikembangkan Google, sang mesin pencari raksasa.
Chip prosesor dalam laptop ini adalah buatan AMD yang memiliki kemampuan kecepatan hanya 433 Mhz. Sebagai perbandingan PC terbaru saat ini rata-rata memiliki prosesor berkecepatan di atas 3 Ghz.
Prosesornya juga dirancang hemat energi. Berbeda dengan prosesor komputer pada umumnya yang tetap aktif meski tidak ada aktivitas yang tampak di layar, prosesor untuk laptop ini bisa “shut down” sendiri dan baru aktif ketika dibutuhkan saja.
Graphic card dibuat “in-built” (menyatu dengan komponen utama/mother board).
Perangkat wi-fi “adapter”-nya juga tetap bisa berfungsi meski prosesor utamanya sedang tidak aktif. Perangkat wi-fi yang terpasang juga mendukung “wireless protocol” yang digunakan di kantor-kantor dan rumah.
Salah satu bagian laptop itu yang sangat unik adalah komponen untuk suplai energi.
Selain bisa memanfaatkan energi matahari melalui “solar panel” yang terpasang, laptop ini juga bisa disuplai energi melalui alat engkol yang didesain seperti “yo yo”, sedangkan ketika berada di ruangan berlistrik, laptop ini hanya membutuhkan 18 watt.
Sosok pioner
Nicholas Negroponte adalah seorang pionir Internet, penulis, dan pria yang memiliki visi-visi besar dan mulia.
Sebagai pendiri dan pimpinan OCPL, sebuah organisasi non-profit, Negroponte telah bekerja keras untuk mengusahakan penggunaan komputer dalam dunia pendidikan di negara-negara miskin di dunia.
Sejak 2005 fokus dari proyek Negroponte adalah membuat sebuah laptop inovatif yang akan didistribusikan bagi anak di negara berkembang dengan biaya hanya 100 dolar.
Guru di bidang komputer asal Amerika ini telah memperoleh dua gelar arsitek profesional bidang teknologi dari the Massachusetts Institute of Technology pada 1960-an dan kemudian mendirikan MIT`s Architecture Machine Group pada 1968.
Pada tahun 1980-an, ia memimpin MIT Media Laboratory, ketika banyak teknologi yang memanfaatkan “revolusi digital” dikembangkan, termasuk komunikasi nirkabel, dan pendekatan progresif mengenai bagaimana anak belajar.
Seorang rekannya di MIT, Profesor Ken Morse, menjulukinya sebagai “seorang pemimpin yang tak pernah kenal lelah”.
Kini kerja keras dan keinginan Negroponte terwujud, keinginannya untuk memfasilitasi penggunaan perangkat teknologi tinggi di kalangan anak-anak negara miskin sudah ia buktikan.
Uruguay adalah negara pertama yang menyambut baik program laptop murahnya.
Negara di Amerika Selatan ini membeli 100.000 unit laptop yang digagas Negroponte, untuk dibagikan bagi anak sekolah usia 6 tahun hingga 12 tahun.
Selanjutnya pemerintah negara ini kemungkinan akan membeli hingga 300.000 unit untuk bisa menyediakan satu laptop per anak pada 2009.
Di Nigeria, laptop OCPL juga sudah dinikmati oleh 300 anak sekolah berkat dukungan Ayo Kusamotu, seorang pengacara dan sukarelawan yang mendukung OCPL di negara Afrika itu.
Menyusul Nigeria, sedikitnya 6.500 anak sekolah di daerah Caldas, Kolumbia juga segera mendapatkan laptop itu.
Lalu kapan laptop murah tersebut bisa dinikmati anak-anak negara miskin atau berkembang di belahan dunia lain, termasuk Indonesia? Sinergi pemerintah dan pengusaha agaknya menjadi pihak yang bakal dapat mempercepat perwujudannya.
Google Kembali Hadang Akses Situs Depkeu Juni 16, 2008
Posted by gunturac in Teknologi.add a comment
www.detikinet.com

Screenshot peringatan dari Google
Jakarta – Google kembali menghalang-halangi akses situs departemen keuangan dari mesin pencarinya. Situs yang beralamat di www.depkeu.go.id ini lagi-lagi dicurigai disusupi program jahat.
Padahal tak beberapa lama berselang, hubungan keduanya sudah dilaporkan ‘rujuk’ yang ditandai dengan pencabutan tanda peringatan dari Google.
Namun ketika detikINET melakukan pengamatan pada Senin (16/6/2008), tanda peringatan dari Google tersebut kembali muncul ketika pengguna internet mencoba mencari situs Depkeu dari Google.
Menurut analisa ‘Safe Browsing’ Google, dari 118 halaman yang diuji pada server depkeu.go.id selama 90 hari terakhir terdapat dua halaman yang mengandung program jahat yang bisa menginfeksi komputer pengunjung secara diam-diam. Google melakukan pengujian tersebut pada 16 Juni 2008.
Dan sama seperti kejadian sebelumnya, program jahat tersebut diduga berasal dari situs China, yaitu killpp.cn, 07n9.cn dan heihei117.cn. Selain itu Google juga mendeteksi adanya domain qiqicc.cn yang berfungsi sebagai perantara penyebaran.
Telkomsel Perluas Bisnis ke Multimedia Juni 16, 2008
Posted by gunturac in Teknologi.add a comment
www.detikinet.com

Telkomsel (rou/inet)
Jakarta – Seiring dengan perubahan dan tantangan dalam lingkungan bisnis, Telkomsel yang sebelumnya hanya bergerak dalam bisnis selular kini juga memperluas bisnisnya ke multimedia.
Demikian perubahan AD/ART perusahaan tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Telkomsel yang berlangsung Senin (16/6/2008) di Kantor Pusat Telkomsel Jl Gatot Subroto No. 42 Jakarta.
RUPS juga mengumumkan kinerja Telkomsel yang dinilai ‘wajar tanpa pengecualian’ berdasarkan hasil audit auditor independen PricewaterhouseCoopers (PWC).
Susunan dewan direksi dari hasil RUPS tidak mengalami perubahan. Sedangkan di jajaran komisaris terdapat pergantian angggota yakni Leong Shin Loong digantikan Ng Kwon Kee. Dengan demikian, maka Telkomsel memiliki susunan Direksi dan Komisaris sebagai berikut:
Susunan Direksi Telkomsel
- Direktur Utama : Kiskenda Suriahardja
- Direktur Keuangan : Triwahyusari
- Direktur Perencanaan & Pembangunan : Syarif Syarial Ahmad
- Direktur Operasi : Ng Peng Foo (David Ng)
- Direktur Niaga : Tan Chung Yaw Richard (Richard Tan)
Susunan Komisaris Telkomsel
- Komisaris Utama : Rinaldi Firmansyah
- Anggota Komisaris : Arief Yahya
- Anggota Komisaris : Losso Judijanto
- Anggota Komisaris : Lim Chuan Poh
- Anggota Komisaris : Ng Kwon Kee
Baik Ng Kwon Kee maupun Leong Shin Loong bukan merupakan wajah baru di jajaran Direksi dan Komisaris Telkomsel, dimana Ng Kwon Kee pernah menjabat sebagai Direktur Operasi Telkomsel dan Leong Shin Loong juga pernah menjadi Direktur Niaga Telkomsel.
Saat ini Telkomsel dimiliki oleh PT Telkom Tbk dengan saham 65% dan Singapore Telecom (SingTel) 35%. Telkomsel telah melayani lebih dari 52 juta pelanggan atau lebih dari 50% pengguna selular di Indonesia.
Di awal beroperasinya 26 Mei 1995, operator ini hanya memiliki 149 pemancar BTS (Base Transceiver Station). Kini Telkomsel telah memiliki 147 kali lipatnya lebih atau lebih dari 22.000 BTS seluruh provinsi, kabupaten dan kecamatan di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Kalimantan.
Telkomsel yang juga telah bermitra dengan 288 operator International Roaming di seluruh belahan dunia, merupakan salah satu operator 3G di Indonesia. Saat ini, Telkomsel telah menggelar 3.076 node B (BTS 3G berbasis WCDMA dan HSDPA) di 112 kota dengan jumlah pelanggan mencapai sekitar 5,5 juta.

