jump to navigation

Saking primpen-nya Juni 11, 2008

Posted by gunturac in Index Berita.
trackback

www.solopos.net

Lady Cempluk adalah seorang guru TK di sebelah utara Kota Solo. Orangnya grapyak, supel dan ringan tangan. Namun ada sifat yang paling tidak bisa ditinggalkannya, yaitu pelupanya minta ampun. Bermula dari sifat itulah Kisah nyata yang paling menggelikan ini terjadi, tepatnya dua tahun yang lalu. Suatu hari Lady Cempluk dititipi uang oleh teman seprofesinya, sebut saja Gendhuk Nicole, untuk disetorkan ke kepala sekolah karena Nicole akan keluar kota. Sepulang mengajar, tas kerjanya langsung diletakkan di kamar dan ia melakukan aktivitas di rumah seperti biasanya. Keesokan harinya, sebelum berangkat ia periksa lagi isi tas tersebut karena uang titipan Gendhuk Nicole akan disetorkan hari itu juga. ”We lhadalah…! Dengan perasaan terkejut dan panik Cempluk berteriak, ”Wadhuh, di mana uang yang kubungkus amplop kemarin?” Kalau sampai hilang ngalamat sebulan nggak makan…” Dengan dibantu anaknya, Tom Gembus, diobrak-abriklah seisi rumah. Namun hasilnya nihil. Akhirnya pagi itu ia menghadap kepala sekolah dan matur bahwa uangnya belum bisa disetorkan hari ini. Sore harinya, dengan gelisah ia memikirkan siapa yang tega mengambil uang itu. Tak lama kemudian lewatlah tetangganya, ia menyarankan agar Cempluk datang ke ”orang pintar” yang bisa membantu menemukan pelakunya. Karena sudah kehabisan akal, Cempluk pun menyetujui usul itu dan langsung datang ke tempat Mbah Jon Koplo, ”orang pintar” di timur Kota Solo. Tiba di sana, setelah menceritakan kronologisnya, Mbah Koplo mengambil gelas berisi air, dikasih umak-umik sebentar, lalu diberikan kepada Cempluk. ”Yang membawa uangmu bayangan orangnya akan nampak di air ini,” kata Mbah Koplo. Tapi apa yang terjadi Saudara-saudara? ”Lho Mbah! Kenapa wajahku sendiri yang kelihatan di air ini?” tanya Cempluk sambil berteriak karena kaget. Usut punya usut, sumber persoalannya adalah karena sifat pelupanya itu. Uang yang ia cari sebetulnya kemarin telah ia bungkus amplop dan ia sembunyikan primpen banget di bawah taplak meja kerjanya..

Komentar»

No comments yet — be the first.