jump to navigation

Jaka Tingkir kapusan Juni 11, 2008

Posted by gunturac in Cerita Lucu.
trackback
www.solopos.net

Ada cerita menarik yang tercecer dari bencana banjir bandang yang melanda Kota Bengawan Desember 2007 silam.
Saking menariknya, kisah ini sampai tidak terekspos oleh media, hanya tersebar dari mulut ke mulut.

Waktu itu semua warga di kampung Pucangsawit, termasuk Jon Koplo pada mengungsi karena ketinggian air hampir sedada orang dewasa.
Namun meski sudah berada di Posko pengungsian, Koplo merasa waswas dengan keadaan kampungnya karena ada kabar banyak terjadi pencurian dan penjarahan rumah kosong dalam keadaan gelap gulita saat ditinggal mengungsi. Apalagi Koplo cs baru saja menemukan seekor ular sanca yang nyasar ke kempungnya. Bahkan sempat terdengar gosip bahwa sebagian binatang di Taman Satwa Taru Jurug ada yang terlepas sehingga menambah ketir-ketir warga.
Demi menjaga keamanan kampung, Jon Koplo mengajak Tom Gembus dan warga RT yang lain untuk berpatroli bersama dengan membawa senter dan bambu runcing.
Disaat mereka berpatroli dengan menyenteri rumah-rumah warga, tiba-tiba Tom Gembus njawil Jon Koplo, sambil menunjuk ke suatu tempat. Di tengah keremangan lampu senter, Koplo melihat sosok buaya kecil kompal-kampul di dekat rumahnya. Kemudian Koplo memberi isyarat kepada rombongan untuk mendekati.
”Hati-hati Pak Koplo, siapa tahu buayanya nunggu emboke apa bapake,” bisik Gembus keweden.
”Tenang dan jangan gegabah. Siapkan bambu runcing, biar aku yang mancing biar buayanya mendekat!” komando Koplo sajak gagah kaya Jaka Tingkir ngana kae, padahal dalam hati ia deg-degan ora karuan.
Kemudian adegan perang dengan buaya pun dimulai dengan pukulan dibarengi teriakan pating jlerit dari mulut bapak-bapak. Mereka bangga berani bertempur dengan buaya. Tapi anehnya, buaya kecil tadi tetap cool tanpa melakukan perlawanan apa-apa. Meskipun digebuki, disuduk dan diamuk wong sak RT, si buaya tetep aja cuek dan pasrah. Bahkan terakhir posisinya jadi mlumah lama banget.
”Sajake bayane wis klenger Pak Gembus,” ujar Koplo. Bapak-bapak yang lain penasaran dan mendekati buaya tadi. Namun apa yang terjadi Saudara-saudara? Setelah diamat-amati mereka pada tertawa ger-geran karena yang mereka keroyok mati-matian tadi bukan buaya beneran melainkan boneka buaya yang terhanyut akibat banjir.
”Oalah, mulakna diapak-apakke pasrah wae, lha wong baya kapuk,” begitu komentar bapak-bapak sambil kemekelen.

Komentar»

1. infogue - Juni 17, 2008

Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://humor.infogue.com/jaka_tingkir_kapusan

2. Budhy - Februari 26, 2009

[...] Jaka Tingkir kapusan [...]